Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air menjadi rusak, karena diam tertahan
jika mengalir menjadi jernih, jika tidak kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa..
Anak panah jika tidak tinggalkan busur
Tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya & enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
Jika dalam hutan
Imam syafi'i
( 767-820 M)
Notes: catatan inspirasi ini saya dapatkan di bagian depan Buku Lima Menara yang juga sudah di filmkan,
Jumat, 20 Desember 2013
Kamis, 19 Desember 2013
Denganmu
Tlah dipertemukan ku disini
Denganya sang pujaan hati
Ditengah dinginnya angin malam
Yang terasa beratkan nafasku
Yang terasa tak ingin ku lepas lagi denganmu
Ku akui semua itu indah
Tiada tertandingi lagi Denganmu
Ku rasakan indahnya dunia selamanya denganmu
Dia coba menggapai jemariku
Yang telah terukirkan peluhku
Hangatkan ku dengan pelukannya
yang terasa hempaskan perihku
Yang terasa tak ingin ku lepas lagi denganmu
Ku akui semua itu indah
Tiada tertandingi lagi Denganmu
Ku rasakan indahnya dunia selamanya denganmu
Ku akui semua itu indah
Tiada tertandingi lagi Denganmu
Ku rasakan indahnya dunia selamanya denganmu
Denganmu
Ku akui semua itu indah
Tiada tertandingi lagi Denganmu
Ku rasakan indahnya dunia selamanya denganmu
Denganya sang pujaan hati
Ditengah dinginnya angin malam
Yang terasa beratkan nafasku
Yang terasa tak ingin ku lepas lagi denganmu
Ku akui semua itu indah
Tiada tertandingi lagi Denganmu
Ku rasakan indahnya dunia selamanya denganmu
Dia coba menggapai jemariku
Yang telah terukirkan peluhku
Hangatkan ku dengan pelukannya
yang terasa hempaskan perihku
Yang terasa tak ingin ku lepas lagi denganmu
Ku akui semua itu indah
Tiada tertandingi lagi Denganmu
Ku rasakan indahnya dunia selamanya denganmu
Ku akui semua itu indah
Tiada tertandingi lagi Denganmu
Ku rasakan indahnya dunia selamanya denganmu
Denganmu
Ku akui semua itu indah
Tiada tertandingi lagi Denganmu
Ku rasakan indahnya dunia selamanya denganmu
Gantengkuh :)
Kesederhanaan mengilahami sebuah karakter berbeda
dibalik sorot mata tegas ada pancaran mempesona
menarikku lewat kebisuaannya,,
seorang kontraktor yang berhasil mengontrak hati ini lebih dari sekedar batas...
Terima kasih untuk cinta unlimitednya mas :)
dibalik sorot mata tegas ada pancaran mempesona
menarikku lewat kebisuaannya,,
seorang kontraktor yang berhasil mengontrak hati ini lebih dari sekedar batas...
Terima kasih untuk cinta unlimitednya mas :)
Persaudaraan dalam kebersamaan
Saya merindukan setiap moment sebagai mahasiswa sangat saya rindukan.
waktu tidak akan bisa diputar kembali tapi kesempatan terindah itu wajib kita syukuri apapun...
ctt: kegiatan pelatihan dan BEM FIB
Cinta = sederhana
Aku ingin belajar menikmatimu..
Belajar sederhana mencintaimu...
Belajar bagaimana caramu mencintaiku..
Belajar bagaimana bahasa kebisuanmu menyimpan sejuta rahasia itu...
Aku .. aku yang selalu terkesima dengan hal itu..
Aku tak tau bagaimana harus berucap padamu tapi lebih dari itu..
Aku ada untuk menyegarkan cintamu..
Aku ada untuk belajar memperbaiki kesalahan yang kemarin...
Kamu yang kutemui ketika diam membisu...
Kamu yang ada di balik doa malamku..
Kamu selalu ada di belakang layar kehebatanku
Kamu kritikus terhebat yang bisa menghenyakkan rasaku..
Bahagia 3 tahun bersamamu,,,
mengenal sebuah pribadi yang berusaha mensyukuri apapun dari tuhanmu..
Tak pernah aku bisa katakan aku tak bahagia mendampingimu
tak pernah aku bisa katakan aku tak bisa jauh darimu karena kamu ...
Kamu jawaban doaku pada tuhan di malam itu
notes: every moment with u my bebek jelek....thanks god :)
Belajar sederhana mencintaimu...
Belajar bagaimana caramu mencintaiku..
Belajar bagaimana bahasa kebisuanmu menyimpan sejuta rahasia itu...
Aku .. aku yang selalu terkesima dengan hal itu..
Aku tak tau bagaimana harus berucap padamu tapi lebih dari itu..
Aku ada untuk menyegarkan cintamu..
Aku ada untuk belajar memperbaiki kesalahan yang kemarin...
Kamu yang kutemui ketika diam membisu...
Kamu yang ada di balik doa malamku..
Kamu selalu ada di belakang layar kehebatanku
Kamu kritikus terhebat yang bisa menghenyakkan rasaku..
Bahagia 3 tahun bersamamu,,,
mengenal sebuah pribadi yang berusaha mensyukuri apapun dari tuhanmu..
Tak pernah aku bisa katakan aku tak bahagia mendampingimu
tak pernah aku bisa katakan aku tak bisa jauh darimu karena kamu ...
Kamu jawaban doaku pada tuhan di malam itu
notes: every moment with u my bebek jelek....thanks god :)
zaman edan
Kita ini mengalami suatu zaman edan
di dalamnya setiap orang bingung
orang tak bisa ikut dalam keedanan
Tapi jika ia tidak ikut edan
ia tak akan mendapatkan bagian
dan malahan akan mati kelaparan
Ya allah: salah adalah salah
Berbahagialah mereka yang lupa
Tapi lebih berbahagia lagi mereka yang ingat dan
punya tilikan yang dalam
Sebuah ungkapan tentang suatu isu yang dalam kitab Ayub dan Baghavad Gita..
sedangkan ada ungkapan tentang ketidakadilan
Hujan tercurah ke atas orang yang adil
Dan ke atas orang yang tidak adil
Namun terutama ke atas orang yang adil
karena orang yang tak adil memiliki payung keadilan..
di dalamnya setiap orang bingung
orang tak bisa ikut dalam keedanan
Tapi jika ia tidak ikut edan
ia tak akan mendapatkan bagian
dan malahan akan mati kelaparan
Ya allah: salah adalah salah
Berbahagialah mereka yang lupa
Tapi lebih berbahagia lagi mereka yang ingat dan
punya tilikan yang dalam
Sebuah ungkapan tentang suatu isu yang dalam kitab Ayub dan Baghavad Gita..
sedangkan ada ungkapan tentang ketidakadilan
Hujan tercurah ke atas orang yang adil
Dan ke atas orang yang tidak adil
Namun terutama ke atas orang yang adil
karena orang yang tak adil memiliki payung keadilan..
Jumat, 13 Desember 2013
Meong... " sebuah panggilan persaudaraan
Tangan kecil dan kaki melompat perlahan,
membaca dan berkenalan dengan sekitar,
Lewat suara kecil dia mulai berkenalan,
malu-malu dia mendekat, terlihat cuek tapi memperhatikan
sehari, sebulan lebih dari itu dia bersama kami,
mengajarkan sebuah kesabaran dan persaudaraan
lewat sapaan " meong" kesayangan.....
( Panggilan persaudaraan untuk lulu dan Yapi)
Agustus 2013
Bulan Agustus kami mulai mengadopsi seorang anak kucing persia yang lucu, usianya 2,5 bulan ketika kami bertemu dengannnya di sebuah pasar kucing di sebuah kota tenama. Beberapa hari kami survei harga kucing lewat internet dan tanya jawab seputar kucing kepada rekanan. Dan akhirnya kami menemukan dia. Warnanya cokelat baret hitam, matanya tajam terlihat galak seperti saya tetapi sebenarnya dia wanita yang tangguh. Rasa semangat kami memilikinya membuat kami euforia menyambutnya. Akhirnya kami memutuskan mengadopsi dia daripada semua kucing yang ada disana. Walaupun kami membelinya dari pedagang pinggiran tidak membuat kami alergi merawatnya * mengingat uang yang tersedia cukup minim ketika itu..seraya bersemangat membelinya mempersiapkan kandang, tempat makan dan perlahan membeli pasir dan tempat untuk pup si kecil. Kami memberi nama dia lulu, diilhami dari nama keponakan kami di Bumiayu, Brebes ...
Waktu itu saya masih kos di Pleburan, saya taruh di depan kamar, dan alhamdulilah ternyata respon teman-teman senang dan berusaha membantu. Diimbangi kesibukan mencari data mencari skripsi hal ini menjadi hiburan. Pagiku mulai berubah ketika itu dan malamku mulai menjaga. Ketika pagi harus membersihkan kotorannya lalu malam harus memasukan dia kedalam kandang, membeli makan, membawa kedokter dan semuanya . semua terasa sangat menarik dan menawan seperti belajar memiliki bayi kecil rasanya sama. sama menariknya untuk selalu belajar apapun yang baru, dari situ kami belajar dari awal. kelincahan dan keceriaan kucing kami membuat bahagia tak terkira. yang membeli kangmas saya dan saya yang merawatnya kami berdua memutuskan untuk berbagi peran.sejak saat itu lulu menjadi bagian hidup kami.
September 2013.
Ketika pulang ke Tegal, kami menemukan seorang bayi kucing kecil. Dia sangat kecil waktu kami menemukannya, di depan rumah kami menemukan. Lalu kami mandikan dia, kami siapkan kandangnya... waktu itu kami tak tega memisahkannya dari sang ibu, akan tetapi sang ibunda tidak datang menjemputnya. Hal ini membuat kami merasa was..was mau diberi makan apa anak kucing ini. grudak-gruduk kami mencari susu hingga madu agar dia tidak kelaparan karenanya. Akhirnya dia bisa tenang dan lega dengan tidur. Kangmas saya kelihatan telaten merawatnya, memberikan kehangatan dalam dua botol air hangat di kandangnya yang sederhana dari kardus. Untuk kesabaran dan ketelatenan saya banyak belajar dari dia...
akhirnya kami pulang ke Semarang, lewat diskusi panjang kami memutuskan untuk membawanya pulang ke Semarang bersama kami. Kami bertiga pulang naik motor, bergantian membawanya dengan kardus kecil. dan berhenti sejenak memberi dia makan sembari rehat untuk sholat.akhirnya kami sampai di kos, mbak nanda teman kos saya sangat ketakutan dengan dia karena badanya yang kecil.
Kami memberi nama dia " Yapi" singkatan dari yatim piatu karena dia tidak memiliki ayah dan ibu, dan kami menggantikan peranan itu. Yapi adalah adiik lulu jenisnya laki-laki warnannya putih seret hitam.
Oktober 2013
saya memutuskan untuk tidak lagi kos, karena menemani ibu di rumah. saya bawa mereka pulang ke rumah beradaptasi lagi dengan lingkungan baru. Di rumah ibu tidak terlalu suka karena bau kotorannya yang menyengat. Tapi lambat laun, ibu mulai menerimanya walau masih kontroversi. Mereka mulai akrab sebagai sepasang kakak-beradik yang lucu, bertumbuh besar dan semakin lincah
catatan:
pengalaman vaksin salah dokter sampai over bujet, yapi kena jamur, lulu mencret dan belekan.
pup sembarangan nggak disiplin dan berbagai hal menakjubkan mewarnai saya
November 2013
Sering sembunyi di gudang belakang buat cari serangga si lulu, sedagkan si yapi suka masuk plastik dan tak bisa keluar....hahhahha :)
notes:
" Saya banyak belajar dari mereka lulu dan yapi "..
sumber : ini dia foto mereka yg kecil namanya " Yapi" dan yang besar namanya " Lulu"
*kami : saya dan kangmas saya
membaca dan berkenalan dengan sekitar,
Lewat suara kecil dia mulai berkenalan,
malu-malu dia mendekat, terlihat cuek tapi memperhatikan
sehari, sebulan lebih dari itu dia bersama kami,
mengajarkan sebuah kesabaran dan persaudaraan
lewat sapaan " meong" kesayangan.....
( Panggilan persaudaraan untuk lulu dan Yapi)
Agustus 2013
Bulan Agustus kami mulai mengadopsi seorang anak kucing persia yang lucu, usianya 2,5 bulan ketika kami bertemu dengannnya di sebuah pasar kucing di sebuah kota tenama. Beberapa hari kami survei harga kucing lewat internet dan tanya jawab seputar kucing kepada rekanan. Dan akhirnya kami menemukan dia. Warnanya cokelat baret hitam, matanya tajam terlihat galak seperti saya tetapi sebenarnya dia wanita yang tangguh. Rasa semangat kami memilikinya membuat kami euforia menyambutnya. Akhirnya kami memutuskan mengadopsi dia daripada semua kucing yang ada disana. Walaupun kami membelinya dari pedagang pinggiran tidak membuat kami alergi merawatnya * mengingat uang yang tersedia cukup minim ketika itu..seraya bersemangat membelinya mempersiapkan kandang, tempat makan dan perlahan membeli pasir dan tempat untuk pup si kecil. Kami memberi nama dia lulu, diilhami dari nama keponakan kami di Bumiayu, Brebes ...
Waktu itu saya masih kos di Pleburan, saya taruh di depan kamar, dan alhamdulilah ternyata respon teman-teman senang dan berusaha membantu. Diimbangi kesibukan mencari data mencari skripsi hal ini menjadi hiburan. Pagiku mulai berubah ketika itu dan malamku mulai menjaga. Ketika pagi harus membersihkan kotorannya lalu malam harus memasukan dia kedalam kandang, membeli makan, membawa kedokter dan semuanya . semua terasa sangat menarik dan menawan seperti belajar memiliki bayi kecil rasanya sama. sama menariknya untuk selalu belajar apapun yang baru, dari situ kami belajar dari awal. kelincahan dan keceriaan kucing kami membuat bahagia tak terkira. yang membeli kangmas saya dan saya yang merawatnya kami berdua memutuskan untuk berbagi peran.sejak saat itu lulu menjadi bagian hidup kami.
September 2013.
Ketika pulang ke Tegal, kami menemukan seorang bayi kucing kecil. Dia sangat kecil waktu kami menemukannya, di depan rumah kami menemukan. Lalu kami mandikan dia, kami siapkan kandangnya... waktu itu kami tak tega memisahkannya dari sang ibu, akan tetapi sang ibunda tidak datang menjemputnya. Hal ini membuat kami merasa was..was mau diberi makan apa anak kucing ini. grudak-gruduk kami mencari susu hingga madu agar dia tidak kelaparan karenanya. Akhirnya dia bisa tenang dan lega dengan tidur. Kangmas saya kelihatan telaten merawatnya, memberikan kehangatan dalam dua botol air hangat di kandangnya yang sederhana dari kardus. Untuk kesabaran dan ketelatenan saya banyak belajar dari dia...
akhirnya kami pulang ke Semarang, lewat diskusi panjang kami memutuskan untuk membawanya pulang ke Semarang bersama kami. Kami bertiga pulang naik motor, bergantian membawanya dengan kardus kecil. dan berhenti sejenak memberi dia makan sembari rehat untuk sholat.akhirnya kami sampai di kos, mbak nanda teman kos saya sangat ketakutan dengan dia karena badanya yang kecil.
Kami memberi nama dia " Yapi" singkatan dari yatim piatu karena dia tidak memiliki ayah dan ibu, dan kami menggantikan peranan itu. Yapi adalah adiik lulu jenisnya laki-laki warnannya putih seret hitam.
Oktober 2013
saya memutuskan untuk tidak lagi kos, karena menemani ibu di rumah. saya bawa mereka pulang ke rumah beradaptasi lagi dengan lingkungan baru. Di rumah ibu tidak terlalu suka karena bau kotorannya yang menyengat. Tapi lambat laun, ibu mulai menerimanya walau masih kontroversi. Mereka mulai akrab sebagai sepasang kakak-beradik yang lucu, bertumbuh besar dan semakin lincah
catatan:
pengalaman vaksin salah dokter sampai over bujet, yapi kena jamur, lulu mencret dan belekan.
pup sembarangan nggak disiplin dan berbagai hal menakjubkan mewarnai saya
November 2013
Sering sembunyi di gudang belakang buat cari serangga si lulu, sedagkan si yapi suka masuk plastik dan tak bisa keluar....hahhahha :)
notes:
" Saya banyak belajar dari mereka lulu dan yapi "..
sumber : ini dia foto mereka yg kecil namanya " Yapi" dan yang besar namanya " Lulu"
*kami : saya dan kangmas saya
harta karun terpendam
Menghitung hari detik demi detik
Masa kunanti apakan ada
Jalan cerita kisah yang panjang
Menghitung hari
( sepengkal lirik menghitung hari by Krisdayanti)
Lagu diatas menceritakan tentang penantian seseorang akan sebuah pencapaian akan tetapi, dia memikirkan sesuatu hal di lain sisi yang membuat dia berat dengan pertimbangan tersebut. Memasuki jurusan di Fakultas ilmu Budaya Undip tahun 2009 awal saya menapaki sebuah jalan baru dalam kehidupan. Sebuah jalan terang menuju masa depan pendapat banyak orang mengatakan begitu. Tak heran, perguruan tinggi menjadi sebuah sorotan mewah ditengah masyarakat sejak abad ke -19,ketika banyak sekolah -sekolah yang bisa di akses anak-anak kalangan kelas-kelas rakyat bukan saja kalangan priyayi saja.
Masuk jurusan ini menjadi sebuah pertanyaan besar, mau jadi apa kamu nanti? banyak cibiran dari masyarakat yang mengangap sepele tentang " fakultas kebudayaan". Semakin menikmati menuntut ilmu dengan panduan berbagai karya sasrtra bersejarah dari Eropa hingga Indonesia membuat kekayaan luar biasa dalam benak ini. Jiwa yang selalu ingin mendobrak, selalu ingin tau sesuatu dan tidak berhenti untuk belajar membuat saya cepat mencerna.
Tiba di semester akhir saya mulai sangat menyukai buku dan hasil karya sastra apapun itu lukisan, puisi, tarian dan semua hal yang berbau seni untuk diteliti lebih lanjut.Untuk meneliti dan menulisnya bukan perkara mudah hanya ditulis saja. setelah berkenalan dengan " skripsi " saya mulai mengerti guna sumber- sumber yang digunakan sebagai bahan penulisan, bagaimana membuat tulisan bermakna ilmiah dan tidak saja sekedar hanya menulis. Ketika kesadaran itu mulai ada terpikir untuk saya mencari buku-buku fenomena untuk bisa berbicara sesuatu, lebih dari apa yang bisa di ceritakan orang pada masa sezaman. sebuah perantara yang bisa menyambungkan masa saat ini dan masa lalu. Lalu apa itu? jawabku adalah " Buku". Ya, benar kata orang buku adalah jendela ilmu dan jendela dunia.
dilain sisi saya sangat sedih ketika nanti saya harus meninggalkan gudang-gudang harta karun yang orang lebih sering menyebutnya "perpustakaan". sejak saat itu saya ingin memindahkan satu per satu buku-buku dari perpustakaan jurusan * niat jelek....ketika surat sakti itu selelsai maka selesai pula akses saya memasukinya. Tapi, saya tidak patah semangat harus ada medan baru yang saya bisa jelajah selain medan saat ini :)
Ketika saya menulis ini di benak saya masih berpikir,,,
bagaimana cara memindahkan harta karun itu, dengan keterbatasan bujet yg tersedia...
ya pasti ada...tenang..:)
sumber : Dokumentasi edukasi.kompasiana.com
Masa kunanti apakan ada
Jalan cerita kisah yang panjang
Menghitung hari
( sepengkal lirik menghitung hari by Krisdayanti)
Lagu diatas menceritakan tentang penantian seseorang akan sebuah pencapaian akan tetapi, dia memikirkan sesuatu hal di lain sisi yang membuat dia berat dengan pertimbangan tersebut. Memasuki jurusan di Fakultas ilmu Budaya Undip tahun 2009 awal saya menapaki sebuah jalan baru dalam kehidupan. Sebuah jalan terang menuju masa depan pendapat banyak orang mengatakan begitu. Tak heran, perguruan tinggi menjadi sebuah sorotan mewah ditengah masyarakat sejak abad ke -19,ketika banyak sekolah -sekolah yang bisa di akses anak-anak kalangan kelas-kelas rakyat bukan saja kalangan priyayi saja.
Masuk jurusan ini menjadi sebuah pertanyaan besar, mau jadi apa kamu nanti? banyak cibiran dari masyarakat yang mengangap sepele tentang " fakultas kebudayaan". Semakin menikmati menuntut ilmu dengan panduan berbagai karya sasrtra bersejarah dari Eropa hingga Indonesia membuat kekayaan luar biasa dalam benak ini. Jiwa yang selalu ingin mendobrak, selalu ingin tau sesuatu dan tidak berhenti untuk belajar membuat saya cepat mencerna.
Tiba di semester akhir saya mulai sangat menyukai buku dan hasil karya sastra apapun itu lukisan, puisi, tarian dan semua hal yang berbau seni untuk diteliti lebih lanjut.Untuk meneliti dan menulisnya bukan perkara mudah hanya ditulis saja. setelah berkenalan dengan " skripsi " saya mulai mengerti guna sumber- sumber yang digunakan sebagai bahan penulisan, bagaimana membuat tulisan bermakna ilmiah dan tidak saja sekedar hanya menulis. Ketika kesadaran itu mulai ada terpikir untuk saya mencari buku-buku fenomena untuk bisa berbicara sesuatu, lebih dari apa yang bisa di ceritakan orang pada masa sezaman. sebuah perantara yang bisa menyambungkan masa saat ini dan masa lalu. Lalu apa itu? jawabku adalah " Buku". Ya, benar kata orang buku adalah jendela ilmu dan jendela dunia.
dilain sisi saya sangat sedih ketika nanti saya harus meninggalkan gudang-gudang harta karun yang orang lebih sering menyebutnya "perpustakaan". sejak saat itu saya ingin memindahkan satu per satu buku-buku dari perpustakaan jurusan * niat jelek....ketika surat sakti itu selelsai maka selesai pula akses saya memasukinya. Tapi, saya tidak patah semangat harus ada medan baru yang saya bisa jelajah selain medan saat ini :)
Ketika saya menulis ini di benak saya masih berpikir,,,
bagaimana cara memindahkan harta karun itu, dengan keterbatasan bujet yg tersedia...
ya pasti ada...tenang..:)
sumber : Dokumentasi edukasi.kompasiana.com
Langganan:
Komentar (Atom)








