Jumat, 12 November 2010

Aku Mulai Terbiasa

Hari pertama dia Pergi aku sangat tidak nyaman,Bayangkan saja setiap hari kami lewati bersama-sama walau akami hanya bertemu pada jam makan malam terkecuali dia mengantarkan dan menjemputku kuliah.Sebelum pergi kulihat matanya tidak seperti biasa antara senang dan tidak senang tapi aku sudah menegaskan beberapa hari sebelum dia pergi. Sebuah lagu mengalun indah saat hari terakhir kami mau dibawa kemana lagu familiar yang sering didengar di Radio.Aku bertanya padanya " Mau dibawa kemana hubungan ini".Dia menjawab " Biarlah Allah yang mengatur segalanya".Mendengar jawaban itu antara ada dan tiada dalam pikiranku sebenarnya maunya apa ini orang.
Sebelum dia pergi diapun tidak mengatakan apa-apa pada hubungan kami.Entah mengapa aku selalu bertahan dalam hubungan ini padahal semua orang yang tahu hubungan kami pasti akan bertanya "Sabar Banget kamu,Hubungan  kan perlu status".kami menjalani cukup lama tanpa sebuah kata " Pacaran " . Tapi semua wanita butuh keputusan sebuah hubungan minimal itu diakui sebagai pasanganya.Aku masa bodoh dengan semuanya karena buatku status cuma sekedar legalitas yang toh tidak dalam hitam diatas putih jadi biasa saja.Aku ingat aku pernah marah besar padanya saat aku bertanya " Kamu sayang nggak sama aku"....Dia diam saja. Tiga hari aku cuekin dia nggak menyapa dan berusaha tanpa dia. Tapi hatinya berkata lain ketika mulutnya tidak bisa berbicara tiga hari kami diem-diemana tanpa ada omongan dia pun merasaaneh dan selalu bertanya " Kamu kenapa Dek??Jangan kecewakan aku yang nggak sempurna ini" dan Hariketiga akhirnya diamengatakan" iya aku sayang kamu". Sebenarnya itu yang aku inginkan kenapa kamu nggak tahu....

Pagi itu dia sedang ujian dan aku memutuskan untuk baikan tak tega aku dengan dia yang sepolos itu,aku datang membawakan sebotol kopi kesukaanya. Dia tertawa memandangku dan menjitak kepalaku tapi aku tahu hari itu dia sayang aku.Lebih dari sekedar kata dan perlakuan dia perlihatkan padaku.Aku nyukir dengan cantik didepannya...Huemmm Ternyata jurusnya.....Aku sempat ingin menyerah dengan semuanya karena terkadang memahaminya lebih sangat sulit dari mengajar anak jalanan yang lebih sulit dipahami dalam realisasinya.

Tapi kalo dipikir-pikir kalo dia nggak sayang sama aku kenapa kami bisa menjalani sampai lama. Huemmm, Dia memang begitu dan aku mulai terbiasa dengan itu.Paling aneh ketika aku memanggilnya " syank " pasti dia marah-marah malah lebih senang dipanggil bebek.Huemmm,Terkadang keceplosan si sebenarnya aku suka memanggil orang spesialku dengan sebutan "syank" tapi pasti dia akan bilang " Awas kau Dek???"......" Apaan seh"..." Nggak usah gitu dech "....


Ps: Hwahahha...sampai saat ini pun aku lebih senang memanggilnya bebek karena aku terbiasa dengan itu,tapi terkadang keceplosan didepan orang tuanya aku panggil "bek" .hahhahha. Aneh tapi nyata.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar