Setelah sekian lama saya mulai merindukan kembali kegiatan menulis. ketika jari-jari menjelajah ke media sosial lalu tiba-tiba menemukan akun blogspot saya yang lama sudah terbengkalai rasanya saya kembali menemukan diri saya setelah sekian lama berkelana entah kemana. Ketika membuka step demi step saya seperti diingatkan kembali pada refleksi atas pencapaian diri saya sampai saat ini. semacam spion untuk melirik kebelakang dan menentukan arah kedepan. pastinya selama kurun waktu 2 tahun ini saya tidak berhenti berproses, beberapa cerita singkatnya akan saya uraikan disini:
-Tahun 2017-
Diawal tahun saya memutuskan tidak memperpanjang kontrak menjadi pemandu Museum. Setelah Allah menitipkan saya putri kecil dengan dilema antara kerja atau menjadi ibu rumah tangga yang selalu mengiang dikepala saya memutuskan untuk resign dan pindah kota ke kota Kelahiran suami saya, kota Tegal. Bagaimana perasaan berani resign dengan posisi yang lumayan sudah nyaman disebuah instansi?
rasanya pasti pertempuran hati yang sangat luar biasa sekali disamping faktor saya memiliki pembantu rumah tangga yang kurang tanggap dan kurang cerdas sehingga sayapun kurang tentram dibuatnya ketika mendampingi si anak.
Disamping itu peranan buku-buku yang sering saya baca tentang parenting membuat saya terserang yang namanya arus tsunami informasi. semua yang masuk dalam otak saya olah dan proses hampir setiap hari, namun nyatanya ada satu hal yang tak bisa kita belah dari diri kita sendiri apa itu keberadaan dan waktu. dahulu sebelum punya anak pikiran hanya tertuju pada konsentrasi kerja namun sejak ada si kecil ada dunia lain yang menarik untuk dipelajari namun tiketnya memang saya harus merelakaan yang lain untuk satu hal yang lebih berharga.
menapaki awal-awal tahun kepindahan dan perubahan dari yang biasanya memiliki rutinitas kerja yang teratur membuat saya sempat merasa "shockterapi". emosi sering naik turun, namun lambat laun saya mulai menerima apa yang ada dihadapan, menikmati setiap prosesnya dan semakin hari semakin menerima. apalagi saya setiap hari bisa melihat proses anak saya tumbuh dan berkembang bukan dari tangan orang lain tapi dari tangan saya sendiri, ibunya.
rutinitas berubah, dan banyak sekali tantangan terutama dalam hal financial yang biasanya saya bisa membantu suami sekarang pondasi kami hanya ditopang suami saja. Sedangkan saya fokus untuk mendampingi dan melakukan eksekusi dilapangan. Rumah yang tadinya sebagai tempat untuk beristirahat dan sesekali weekend lama dihabiskan dirumah menjadi kantor bagi saya. Disini saya merasakan peran buku sangat mendampingi dan membantu saya ketika saya butuh teman.
- Tahun 2018-
Alhamdulilah disamping kesibukan mengurus anak dan rumah saya memberanikan diri menjadi kader posyandu dan pendamping pkk. Hampir setiap kegiatan survei dan kemasyarakatan saya ikuti, namun kembali dilema melanda saya karena saya sering mulai meninggalkan si kecil sendiri bersama kakeknya. padahal kakeknya juga tidak bisa mendampingi sepenuhnya (raga hadir, jiwa entah kemana). saya mulai mengoreksi kembali diri saya sendiri bahwa kemarin saya resign kerja dengan niatan mendampingi anak bukan untuk kesibukan kerja yang lain, kok malah judulnya mengalihkan. Disamping itu rekan-rekan kerja yang saya temui kebanyakan adalah pendidikan yang sma, jiwa juang tidak begitu kuat, orientasi
Rupa - Rupa Warna
Selasa, 10 Desember 2019
Kamis, 29 Desember 2016
Warna- Warni 2016 # part1
#Januari 2016
Mengawali tahun adalah mengawali masa kerja masih ingat saya ketika itu anak saya pertama sudah saya tinggal ketika dia berusia 1 bulan. Perjuangan dimulai nak, ketika memutuskan selama 6 bulan memberikan Asi Esklusif kepada anak. Hari-hari selama menuju 6 bulan diwarnai dengan kegiatan pumping rutin di kantor pada jam-jam yang sudah terjadwalkan. Memilih memberikan Asi kepada anak dikantor saya masih menjadi hal yang belum banyak dilakukan para pegawai lain. Disini saya mulai semangat membaca juga mendatangi seminar tentang pentingnya Asi untuk perkembangan juga seminar parenting yang lain (sampai saat inipun masih berlangsung). Karena sejak pertama saya tinggal anak sudah saya kenalkan dengan dot sebagai media pemberian asi di bulan ketiga ada masalah dengan keputusan ini. Anak saya mengalami yang namanya " Bingung Puting" dan produksi asi saya yang semakin turun karena rutinitas kerja yang terforsir, tidak didampingi suami jg karena suami bekerja jauh di luar kota.
Jika kuingat waktu itu bagaimana beratnya menjalankan sebuah keputusan asi esklusif dengan tidak memberikan makanan kepada anak saya sebelum usianya menginjak 6 bulan adalah sebuah perjuangan. Walau diusia 5 bulan dari konsultasi kepada dr. Mexitalia ahli Gizi di Rumah Sakit Hermina memutuskan agar anak saya mendapat MPASI lebih awal karena berat badannya yang harus dikejar. Luar biasa perjuangan awal ini ada beberapa:
1. Perjuangan melepaskan kepercayaan kepada pembantu rumah tangga atau yang "momong" anak saya ketika saya sudah aktif kerja.
2. Menjelajah klinik laktasi dari satu rumah sakit ke rumah sakit yang lain.
3. Mencoba tukang pijat bayi dari pijat bayi satu ke yang lainnya.
4., Membeli beberapa peralatan pumping yang memakan lumayan bujet.
Januari, bulan mempelajari:)
#Februari -Mei
Tugas luar kota mulai dijalani dan Surabaya menjadi sasaran pertama tugas pameran tahun 2016. Selama 2 hari sendiri di kota ini dan meninggalkan anak rasanya nano-nano. Tapi semua harus dijalani dan harus bisa karena tantangan di depan akan semakin berat tentunya. Apapun itu anak harus saya latih dan siaapkan sejak awal.
Keterangan: Dokumentasi kegiatan Launching Event Unggulan Museum Jateng 2016
#Juni -Agustus 2016
Banyak kegiatan di Museum yang membutuhkan tenaga ekstra, dan saya mulai tak bisa menulis karena banyak waktu yang tidak sennggang. Tapi ada banyak kesempatan baru belajar dilapangan, lebih mendengarkan dan mengevaluasi apa yang saya lakukan selama dilapangan. Dan bulan ini kami tim pemandu berpisah dengan rekan kami yang mendapat kesempatan belajar S2 di UI Mbak Atika Kurnia Putri. Dia berhasil selangkah lebih depan menjawab mimpinya. Saya mengenal beliau sebagai pribadi yang bersemangat, tidak takut bermimpi, pandai, cerdas, cantik dan selalu suka berinovasi. Banyak yang saya pelajari dari pribadinya.
Sepeninggal mbak Atika saya sendiri di ruangan yang didominasi 2 laki-laki yang satu hobby bus dan yang satu suka kemana-mana dalam konteks main di lingkungan museum. Keduanya tidak suka membaca dan tidak suka berkomunitas. Tapi tidak selamanya begitu, karena Salah satunya yaitu Mas Zacky adalah pribadi pembelajar.Dia selalu mendengarkan dan mencari informasi tentang hal terkait yang saya tanyakan.Namun, Disini saya terkadang menemukan masalah. Tidak ada rekan yang bisa diajak beradu pendapat dalam pengembangan komunitas.Namun saya melengkapi ini di luar.
Keterangan: Bacground pendopo sebelum mengalami pemugaran 2016
#September - November 2016
Menghabiskan beberapa agenda di akhir tahun saya mulai mengevaluasi diri saya sendiri dengan apa yang dijalani ditahun ini. Ada banyak catatan tentunya diantaranya:
1. Harus meluangkan waktu untuk di rumah lebih banyak bersama anak.
2. Mengatur waktu membaca, bersosialisasi dan tetap aktiv berkomunitas.
3. Mulai kembali menulis di blog. jika kurang bahan berarti kurang piknik.hehhe
4. Selalu berusaha mempraktekan dari teori kepada dunia realnya. jam eksperimenmu kurang ya Etha...
5. Listkan untuk olahraga. Setiap pagi mengajak anak berlari dan push up malam hari.
PRnya banyak ya? dan ini semangat buat 2017.
#Desember 2016
Menutup tahun ini dengan kepindahan kedinasan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan lalu apa implikasinya? kita buktikan tahun depan ya? Dan saya belum menyiapkan diri saya kembali bertarung untuk apply beasiswa S2 . Setelah kemarin saya terlewatkan untuk tes Ombudsman Jawa Tengah.
Alhamdulilah tahun ini ada keinginan untuk meralisasikan taman baca yang rencana akan dibuat di rumah Orang Tua di Tegal. Ini butuh belajar juga dan semoga tetap istiqomah menjalankan misi ini. Sembari menyelesaikan buku Bapak Rheinald Kasali " Are you Driver or Passager?"
Keterangan : Kerja adalah sebuah pengabdian kepada negeri
Selamat menutup tahun dan membuka lembaran baru di tahun 2017. Semoga kita senantiasa menjadi pribadi yang mengalami perubahan dan pencapaian yang lebih baik ke depannya. Jika kau ingin merubah maka ubahlah dimulai dari dirimu sendiri. Karena setiap manusia sejatinya adalah agen perubah.
Selasa, 27 Desember 2016
Akademi Berbagi (Akber) Semarang
Keterangan: Foto pasca kelas Akber 2016
Maret 2016. Sebuah awal untuk penjelajahan baru dalam duniaku kembali. Terhitung sejak Hamil anak pertama waktu untuk saya melakukan aktifitas banyak terkurangi namun keaktifan dalam dunia kerja tetap saya bisa lakukan. Setelah cuti hampir selama 2 bulan non aktif bekerja. Januari mulai melakukan aktifitas kembali. Pertemuan saya dengan Akademi Berbagi memang tidak sengaja. Hanya selintas saja saya melihat kegiatan mereka banyak dipublish di Media sosial dan saya mulai banyak membaca mereka dari sana.
Semangat yang membawa saya mendekat pada mereka adalah "semangat ingin berbagi dan memberi" kata-kata itu selalu membuat saya bersemangat untuk menekankan pada point tersebut. Lalu, saya mulai melakukan apply pendaftaran relawan dan akhirnya gayung bersambut sampai saya dipanggil untuk interview. Saya ingat saya malakukan sesi interview bersama Gitaswasti (Kepala Sekolah Akber 2015 sebelum ibu Deanisa Ratih menjabat). Pada sesi itu saya menjadi diri saya sendiri dengan apa yang saat ini merubah hidup saya dan semangat saya untuk bisa selalu belajar.
Sayapun tak berharap banyak setelah interview berlangsung. Namun, jika tuhan berkehendak maka kita akan didekatkan kepada apa yang baik untuk kita. Dan akhirnya saya terpilih sebagai relawan bersama teman-teman saya lainnya diantaranya Umzy, Aan, Ilyasa, Seni, Rula dan beberapa rekan yang sudah mendahului di Akber seperti mas Qodrat, Mas Wresta, Mas Afi, Mbak Dea, Mas Fahmi, Mas Hiksa. Mereka semua memiliki karakter yang unik dan selalu ada yang ingin dipelajari dari mereka.
Keterangan : Kelas Pertama bagi saya bersama Mas Lingga di PIGP Semarang
Saya merasa banyak tantangan diluar lingkungan kerja saya yang terkadang tidak menyambut dengan atmosfer yang baik. Tapi diluar itu saya bisa menjadi diri saya sendiri dengan apa yang saya inginkan untuk selalu belajar dan berbagi kepada sesama.
Kebun Binatang di Batas Kota
Kapan terakhir kali kamu pergi ke kebun binatang?
Pertanyaan ini sama dengan pertanyaan yang banyak orang pertanyakan. Apa itu? Kapan kamu terakhir pergi ke Museum? Ahhaa, ini adalah pertanyaan klasik banyak orang. Terakhir saya pergi ke kebun binatang bersama suami ketika setelah menikah kami menghabiskan waktu di tahun ke dua kami bersama mengunjungi kebun binatang di kota Semarang ini. Sejarahnya, letak kebun binatang dahulu belum berada di batas kota seperti ini namun berada di daerah pinggiran yang mendekati pusat kota, dahulu namnya kebun binatang "Bon Bin" dan sekarang ketika letak kebun binatang ini berubah tempat penamaannya berganti dengan sebutan " Kebun Binatang Mangkang" karena letakknya berada di dekat terminal Mangkang. Kalo soal sejarah penamaan Mangkang saya ndak tau persisnya guys.
Di tahun 2016 ini saya sudah ada princess kecil. Dan dia datang merubah hidup saya, yang tadinya hanya berpetualang berdua atau sendirian karena sering ditinggal suami tugas luar. saya berubah pergi bertiga : saya, anak dan yang momong anak saya ( Keterbatasan menjadi wanita pekerja harus membuat saya memberikan peluang seseorang mendampingi anak saya disaat bekerja). usianya sudah 1 tahun 2 bulan, sudah berjalan dan mau tau apa saja yang ada di sekitarnya. Sayapun mulai antusias mengenalkannya pada berbagai hal tentang lingkungan yang ada di sekitarnya.
Saya mulai belajar tentang tumbuh kembang, parenting, memasak olahan Mpasi, keuntungan dan kelemahan Asi dan berbagai hal tentang anak-anak. Kehadiran Nareswari Eliza Nisrina (NAN) kata bapaknya biar kalo bikin paspor nggak susah singkatannya harus 3 huruf. hehehhe....Hari ini Senin (26 Desember 2016) kami berpiknik ke kebun binatang. Dari rumah kami naik motor dan selanjutnya kami memutuskan naik angkot, walau terkadang naik angkot tidak ramah anak saya berusaha untuk membuat itu nyaman untuk anak saya. Mulai dari Taksi, Angkot, BRT,Becak dan berbagai transportasi lainnya saya kenalkan kepadanya. Terutama dia harus akrab dengan abang Gojek.
Setiap apa yang dia lihat dia sangat senang dan surprise. Kurasa bukan cuma dia akupun merasakan hal yang sama. Rasa ingin belajar dan mengenal lingkungan dengan latar belakang berbeda menjadi hal yang menarik untuk lebih didekati .
Keterangan : Nares, Saya dan yang Momong " Lek'e" sebutan Mbak dalam bahasa Jawa.
Semoga ada banyak cerita yang bisa dibagikan ketika mengajakmu mengenal berbagai hal tentang apa yang ada disekitar ya nak. Selamat Belajar
Pertanyaan ini sama dengan pertanyaan yang banyak orang pertanyakan. Apa itu? Kapan kamu terakhir pergi ke Museum? Ahhaa, ini adalah pertanyaan klasik banyak orang. Terakhir saya pergi ke kebun binatang bersama suami ketika setelah menikah kami menghabiskan waktu di tahun ke dua kami bersama mengunjungi kebun binatang di kota Semarang ini. Sejarahnya, letak kebun binatang dahulu belum berada di batas kota seperti ini namun berada di daerah pinggiran yang mendekati pusat kota, dahulu namnya kebun binatang "Bon Bin" dan sekarang ketika letak kebun binatang ini berubah tempat penamaannya berganti dengan sebutan " Kebun Binatang Mangkang" karena letakknya berada di dekat terminal Mangkang. Kalo soal sejarah penamaan Mangkang saya ndak tau persisnya guys.
Di tahun 2016 ini saya sudah ada princess kecil. Dan dia datang merubah hidup saya, yang tadinya hanya berpetualang berdua atau sendirian karena sering ditinggal suami tugas luar. saya berubah pergi bertiga : saya, anak dan yang momong anak saya ( Keterbatasan menjadi wanita pekerja harus membuat saya memberikan peluang seseorang mendampingi anak saya disaat bekerja). usianya sudah 1 tahun 2 bulan, sudah berjalan dan mau tau apa saja yang ada di sekitarnya. Sayapun mulai antusias mengenalkannya pada berbagai hal tentang lingkungan yang ada di sekitarnya.
Saya mulai belajar tentang tumbuh kembang, parenting, memasak olahan Mpasi, keuntungan dan kelemahan Asi dan berbagai hal tentang anak-anak. Kehadiran Nareswari Eliza Nisrina (NAN) kata bapaknya biar kalo bikin paspor nggak susah singkatannya harus 3 huruf. hehehhe....Hari ini Senin (26 Desember 2016) kami berpiknik ke kebun binatang. Dari rumah kami naik motor dan selanjutnya kami memutuskan naik angkot, walau terkadang naik angkot tidak ramah anak saya berusaha untuk membuat itu nyaman untuk anak saya. Mulai dari Taksi, Angkot, BRT,Becak dan berbagai transportasi lainnya saya kenalkan kepadanya. Terutama dia harus akrab dengan abang Gojek.
Setiap apa yang dia lihat dia sangat senang dan surprise. Kurasa bukan cuma dia akupun merasakan hal yang sama. Rasa ingin belajar dan mengenal lingkungan dengan latar belakang berbeda menjadi hal yang menarik untuk lebih didekati .
Keterangan: Pertama kali ketika bertemu dengan burung dari berbagai jenis spesies, uuuk
Semoga ada banyak cerita yang bisa dibagikan ketika mengajakmu mengenal berbagai hal tentang apa yang ada disekitar ya nak. Selamat Belajar
Senin, 26 Desember 2016
Selasa, 23 Agustus 2016
Sabtu, 20 Agustus 2016
Hallo selamat datang kembali di dunia berbagi dalam hal tulisan.
Senang rasanya saya bisa mencoba kembali ke dunia Blog, sudah berapa lama saya absen dari sini mungkin sejak tahun 2014 ketika saya menikah. wah, saya menikah saja belum saya tulis ya...ooooooo...
banyak pasti PR saya (menulis beberapa kisah). Tapi tenang beberapa fase sudah saya tulis dalam buku-buku catatan kecil saya yang isinya adalah moment-moment bersejarah tentunya.
Nah, kalau begitu saya akan mulai menceritakan secara sinopsisnya saja. Tahun 2014 Februari awal saya akhirnya saya menjadi istri dari Lukman Nur Hakim ( Hallo, kami sudah pacaran 5 tahun dan baru menikah tahun 2014 ini, mungkin dibilang lama atau kecepetan relatif si ya.... tinggal bagaimana kita menyikapi dari kacamata mana. Saya juga flashback tahun ini adalah tahun ketiga setelah saya bekerja jadi Pemandu di Museum Jateng Ranggawarsita.
Aduuuuuu, banyak cerita ni bingung jadinya mulai darimana. tapi pastinya aku sudah kembali kepadamu, dan aku ingin kembali bercerita kepadamu.....
2014 Febaruari : Menikah dengan Mr. Lukman Nur Hakim
2014 Juli : Hamil anak pertama dan belum rejeki jadi ada proses kuret dan operasi kecil di Rumah Sakit Roemani.
2014 Desember - 2015 April : Alhamdulilah setelah program Hamil dinyatakan hamil yang tidak ketahuan bahwa saya hamil, masih sempat senam kesana kemari.
2015 : Menikmati proses kehamilan anak pertama
Oktober 2015 : Nareswari Eliza Nisrina lahir kedunia. alhamdulilah prosesnya luar biasa.
Januari 2016 : Menikmati menjadi working mom dan terus belajar mengikhlaskan diri.
Juli 2016 : More...and more process
Oke, akan saya bagi jika saya ada waktu untuk menulis. ini sebuah keajaiban :)
Senang rasanya saya bisa mencoba kembali ke dunia Blog, sudah berapa lama saya absen dari sini mungkin sejak tahun 2014 ketika saya menikah. wah, saya menikah saja belum saya tulis ya...ooooooo...
banyak pasti PR saya (menulis beberapa kisah). Tapi tenang beberapa fase sudah saya tulis dalam buku-buku catatan kecil saya yang isinya adalah moment-moment bersejarah tentunya.
Nah, kalau begitu saya akan mulai menceritakan secara sinopsisnya saja. Tahun 2014 Februari awal saya akhirnya saya menjadi istri dari Lukman Nur Hakim ( Hallo, kami sudah pacaran 5 tahun dan baru menikah tahun 2014 ini, mungkin dibilang lama atau kecepetan relatif si ya.... tinggal bagaimana kita menyikapi dari kacamata mana. Saya juga flashback tahun ini adalah tahun ketiga setelah saya bekerja jadi Pemandu di Museum Jateng Ranggawarsita.
Aduuuuuu, banyak cerita ni bingung jadinya mulai darimana. tapi pastinya aku sudah kembali kepadamu, dan aku ingin kembali bercerita kepadamu.....
2014 Febaruari : Menikah dengan Mr. Lukman Nur Hakim
2014 Juli : Hamil anak pertama dan belum rejeki jadi ada proses kuret dan operasi kecil di Rumah Sakit Roemani.
2014 Desember - 2015 April : Alhamdulilah setelah program Hamil dinyatakan hamil yang tidak ketahuan bahwa saya hamil, masih sempat senam kesana kemari.
2015 : Menikmati proses kehamilan anak pertama
Oktober 2015 : Nareswari Eliza Nisrina lahir kedunia. alhamdulilah prosesnya luar biasa.
Januari 2016 : Menikmati menjadi working mom dan terus belajar mengikhlaskan diri.
Juli 2016 : More...and more process
Oke, akan saya bagi jika saya ada waktu untuk menulis. ini sebuah keajaiban :)
Langganan:
Komentar (Atom)








